Sisihkan Ribuan SMK Se-Nusantara, SMK N 2 Kudus Boyong Gelar Sekolah Hebat

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (10/1) Prestasi mengagumkan berhasil ditorehkan SMK N 2 Kudus, dengan gelar sekolah hebat dari Kitto Book. Penghargaan bergengsi tersebut diraih sekolah yang saat ini menginjak usia ke-13 tahun, dalam ajang yang dihelat di Hotel Gajah Mada, Malang untuk kategori Sarana dan Prasarana (Sarpas).

Tak tanggung-tanggung, penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI. Selain itu, dalam kesempatan yang sama Muhadjir Effendy mengharapkan agar SMK N 2 Kudus tetap kokoh memberikan yang terbaik. Mengingat, ada 13 ribu SMK di Indonesia.

Diketahui, penghargaan sekolah hebat itu meliputi 5 kategori yakni, penghargaan keunggulan standar proses, pendidik dan tenaga kependidikan, kompetensi kelulusan dan standar pengelolaandan sarana prasarana yang diraih oleh SMK N 2 Kudus.

Penilaian yang dilakukakan oleh pakar pendidikan dan diketuai oleh Kepala VEDC Malang, Sumarno itu menganugerahi 24 nomine sekolah, yang berprestasi dan kebanyakan diraih oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk didalamnya SMK N 2 Kudus yang bertajuk Maju Bersama ini.

SMK 2 yang berdiri pada tahun 2004 di daerah yang masih asri di Dawe ini, berkembang pesat sarprasnya setelah dipimpin Harto Sundoyo. Dari hanya beberapa bangunan kelas dan lapangan yang becek kalau musim penghujan, melesat menjadi bangunan yang hampir semuanya bertingkat dua dengan lapangan olah raga dan gerbang sekolah, Tri Darma Saka yang representatif.

“Keberhasilan sekolah kita meraih penghargaain ini tak lepas dari dukungan warga SMK N 2 Kudus dan orang tua siswa yang ikut berpartisipasi ikut menyumbang pembangunan ini. Kami akan memberikan pelayanan prima sehingga siswa bisa memacu prestasi prestasi selanjutnya,” papar Kepala Sekolah SMK N 2 Kudus, Harto Sundoyo saat apel penyerahan thropy (08/01/2018) pagi.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMK N 2 Kudus, Sutiyono mengaku bangga dengan perkembangan sekolah kejuruan tersebut. Pasalnya, dia melihat perkembangan sekolah tersebut mulai dari tidak memiliki apa-apa, hingga maju seperti ini.

“Banyak yang sudah berubah di sekolah ini. Dulu sekolah ini becek kalau musim hujan. Sekarang fasilitas dan gedung sudah terpenuhi. Kita meliki 36 ruang kelas dengan 5 kantor 4 bengkel serta 4 lab komputer,” tuturnya.

Resource: http://isknews.com/sisihkan-ribuan-smk-se-nusantara-smk-n-2-kudus-boyong-gelar-sekolah-hebat/

Beri Layanan Prima Kepada Peserta Didik, SMK N 2 Kudus Peroleh Award Sekolah Hebat Katagori Sarana Prasarana

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (25/12)  Kado istimewa diterima SMK N 2 Kudus di penghujung tahun 2017 ini. SMK N 2 Kudus peroleh Award Sekolah Hebat (ASH) 2017 dari Kitto Book. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mendikbud RI, Prof Dr Muhadjir Effendy MAp di Hotel Gajah Mada Malang, Sabtu (23/12).

Kitto Book menyeleksi sekolah sekolah yang layak mendapat penghargaan, salah satu penghargaan diberikan ke SMK Negeri 2 Kudus dalam bidang sarana dan prasarana. Ada 5 kategori award diantaranya penghargaan keunggulan standar proses, sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, kompetensi lulusan dan standar pengelolaan.

Kitto Book memberikan Penghargaan kepada SMKN 2 Kudus dalam bidang layanan sarana dan prasaran, karena SMKN 2 Kudus dalam bidang layanan sarana dan prasarana dianggap sangat unggul dan baik sehingga Kitto Book memberikan penghargaan Award Sekolah Hebat kepada Drs. Harto Sundoyo, M.Pd selaku kepala sekolah SMKN 2 Kudus.

Selain mendapatkan piala, SMKN 2 Kudus juga mendapat piagam dan uang pembinaan sebesar lima juta rupiah dari Mendikbud Muhadjir Effendy.

Di hadapan 24 SMK penerima ASH, Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, mengingatkan agar para kepala sekolah terus meningkatkan kualitas SMK yang dipimpin. “Penghargaan ini pemotivasi dan penyemangat untuk bekerja lebih giat dan berkarya lebih besar,” pesan Mendikbud dengan serius saat memberi kata sambutan.

Bagi Drs. Harto Sundoyo, M.Pd selaku kepala sekolah SMKN 2 Kudus, penghargaan dan pesan Mendikbud tersebut memiliki makna sangat dalam. “Penghargaan ASH 2017 bukan segala-gala-nya, tapi menjadi awal permulaan untuk inovasi, kreativitas dan berkarya lebih besar serta meningkatkan layanan sarana prasarana dalam meningkatkan sekolah yang baik”. Ujar Drs. Harto Sundoyo, M.Pd.

Tambahnya, Dia mengatakan penghargaan ini dipersembahkan untuk guru, karyawan, siswa, wali murid dan semua keluarga besar SMK N 2 Kudus.

“Terimakasih saya ucapkan kepada Kitto Book atas perhatian dan kepedulian terhadap dunia vokasi, di tengah memudarnya semangat menghargai prestasi anak negeri,” ungkapnya. YL/Red

Pupuk Keimanan dan Jiwa Sosial, SMK Negeri 2 Kudus Laksanakan Ibadah Qurban

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (2/9) Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1438 H yang bertepatan pada hari Jumat, 1 September 2017, SMK Negeri menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban. Hasil dari penyembelihan hewan qurban ini dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima disekitaran SMK Negeri 2 Kudus.

Acara penyembelihan hewan qurban di SMK Negeri 2 Kudus memang telah menjadi agenda tahunan. Tidak hanya guru, para siswa pun dilibatkan dalam acara ini. dengan rician panitia terpilih dari kelas X dan XI. Drs. Adib selaku ketua Qurban menyebutkan bahwa dengan dilibatkannya siswa dalam acara tersebut, maka dapat memberikan manfaat bagi para siswa itu sendiri, khususnya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Tak hanya itu, para siswa juga dilatih untuk mengorbankan waktu dan tenaganya untuk kepentingan agama.

“Dalam kesempatan ini, kami bisa melatih siswa-siswi kami untuk berorganisasi dalam lingkup keagamaan dan meningkatkan jiwa sosial melalui berbagi dengan sesame”. Ucap Drs. Adib.

Adapun jumlah kerbau yang disembelih yakni sejumlah 2 ekor yang berasal dari sumbangan siswa, dan 3 ekor yang berasal dari qurban guru dan karywan SMK Negeri 2 Kudus atas nama Rustiyono, S.Pd, Wahyuningsih, R. Ahmad Hakam, H. Samanhudi, Eko Wahdyu Widodo Sutiyono, H. Mukhlis, S.Pd, Nur Chamid, Suwiknyo, Dabit Tahfiz Setiawan, Yosodikromo, Suharnani, Ngasir, H. Selamet, Riau Marini, Ida Rosiana, S.Pd, Sri. Hartini, Tri Idayani, S.Pd, Indah Pusporini, S.Pd, Yasmi, Suparjo, dan Khusucidah Laila, S.Pd. Selain itu jumlah kambing yang disembelih ada 5 atas nama Drs. Harto Sundoyo, M.Pd, Anna Setiawati, H. Tasan Sukun dan Drs. Adib.

Acara diawali dengan doa bersama dan dilanjut menyembelih pada pukul 07.00 WIB yang dipimpin oleh Drs. Adib sekaligus sebagai penyembelih hewan qurban tersebut. DA/Red

Komite SMK N 2 Kudus Bahas Bantuan Dana Sekolah

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (29/7) Pemberlakuan SPP di SMA/ SMK membuat komite sekolah segera mengambil tindakan. Meski masih ada yang berkeberatan, sebagian wali murid akhirnya sepakat bahwa sekolah tidak lagi gratis. Bahkan, mereka menyadari bahwa kemampuan sekolah untuk memberikan pelayanan seperti sebelumnya semakin terbatas.

Salah satunya dilakukan komite SMK Negeri 2 Kudus. Mereka menggelar rapat. Tujuannya membicarakan sedekah kepada pihak sekolah. Harapannya, pelayanan yang diberikan sekolah tidak berkurang. ”Kalau diminta untuk ber sedekah, kami yakin banyak yang mau,” ujar Ketua Komite SMK Negeri 2 Kudus yang diwakili oleh Supriyono, S.H (29/7).

Dalam rapat tersebut, dihitung kemampuan rata-rata wali murid untuk bisa membantu sekolah. Sedekah  itu, menurut Supriyono, merupakan bentuk kesadaran komite terhadap beban yang saat ini harus ditanggung sekolah.

Komite juga mendesak sekolah untuk segera menetapkan mekanisme pembayaran. Sebab, pada sosialisasi yang dilakukan Sabtu (29/7), pihak sekolah belum menentukan siapa saja yang bakal dibebaskan untuk tidak ber sedekah. ”Kalau bisa ada home visit supaya bisa diketahui mana wali murid yang kurang mampu dan mana yang mampu,” imbuhnya.

Ketua Komite SMK Negeri 2 Kudus yang kali ini diwakili Supriyono, S.H menyatakan, sebagaimana masyarakat lainnya, komite juga menjadi pelaksana. Lantaran sudah menjadi keputusan pemerintah bahwa SMA/SMK dikelola provinsi, pihaknya hanya mengikuti aturan. ”Mereka tidak keberatan gendong ngindit, tidak keberatan untuk saling membantu. Kalau ada niat baik, pasti ada jalan,” ungkapnya. AF/Red