smk2kudus@gmail.com (0291)-4101149 Ds. Rejosari Kecamatan Dawe kabupaten Kudus 59353

Sejarah

SKADA DULU,  SKADA SEKARANG

SMK Kecil, nama ini merupakan nama yang dipakai SMK kita saat pertama kali berdiri. SMK Kecil berdiri pada tanggal 15 Juli 2004. SMK Kecil digagas oleh Drs. Sudjatmiko, M.Pd (Dikmen Disdikpora Kudus) dan Bapak Tamzil yang kala itu menjabat sebagai Bupati Kudus. Awalnya sekolah ini didirikan atas program pemerintah Kabupaten Kudus untuk memperbanyak sekolah kejuruan, terutama yang berada jauh dari pusat kota. Tapi pendirian ini harus memenuhi syarat. Salah satu syaratnya adalah sekolah harus didirikan disebelah atau berdekatan dengan Sekolah Menengah Pertama. Sedangkan di Kecamatan Dawe hanya ada satu sekolah yang memenuhi syarat,yakni SMP 2 Dawe. Maka dipilihlah SMP 2 Dawe sebagai tempat berdirnya SMK kecil.

Pada awal mula berdiri, tenaga pengajar dan ruang kelas diambil dari SMP. Saat itu siswa menggunakan ruang keterampilan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Untuk guru prouktif, pemerintah menugaskan guru dari SMK Wisuda Karya untuk mengajar karena hanya SMK Wisuda Karya yang jurusannya berhubungan dengan sekolah kita dan saat itu SMK Wisuda Karya merupakan sekolah kejuruan yang ternama di Kabupaten Kudus.

Tahun pertama SMK Kecil dipimpin oleh Drs. Herwanto, lalu digantikan oleh Drs. Bambang Iranto yang saat itu juga menjabat sebagai kepala SMP 2 Dawe. Pada kepemimpinan selanjutnya digantikan oleh Drs. Sudirman dari SMK 1 Kudus. Tetapi pada tahun 2010 beliau digantikan oleh Drs. Harto Sundoyo dikarenakan Drs. Sudirman diangkat sebagai kepala SMK 1 Kudus. Dan hingga saat ini SMK Negeri 2 Kudus masih dipimpin oleh Drs. Harto Sundoyo

Awalnya jumlah siswa SMK kita pada tahun pertama masih sangat sedikit, hanya ada 80 siswa dan terbagi menjadi 2 jurusan yaitu, satu  kelas untuk jurusan elektro (TAV) dan satu kelas untuk jurusan otomotif (dahulu bernama TMO sekarang berubah menjadi TKR). Dari 80 siswa itu laki-laki semua belum ada perempuan sama sekali. Sswa angkatan pertama SMk Negeri 2 Kudus dahulu melaksanakan ujian Nasional di SMK Wisuda Karya. Hal ini karena keterbatasan tempat yang belum memadahi. Situasi ini hanya berlangsung satu kali saja karena pada ujian Nasional tahun ke dua SMK Negeri 2 Kudus sudah memiliki ruang kelas yang menjukupi dan untuk pertama kalinya sekolah kita melaksanakan UN yang dilangsungkan di tempat sendiri.

Pada tahun ke dua berdirinya SMK Kecil, banyak simpati masyarakat terhadap SMK Kecil ini . Maka dibuatlah SMK yang berdiri sendiri tidak bergabung dengan SMP lagi. Semenjak itu, SMK Kecl berganti nama menjadi SMK Negeri 2 Kudus. Namun meskipun sudah berganti nama, kegiatan pembelajaran masih berada diruang keterampilan SMP 2 Dawe. Banyak perkembangan yang terjadi ditahun kedua ini. Salah satu perkembanganya adalah mulai dibangunya gedung dan ruang kelas. Pada tahun 2005 SMK Negeri 2 Kudus memiliki laboratorium produktif, satu lab. elektro dan satu lagi lab. bengkel otomotif. Perkembangan berlanjut pada tahun 2006dengan membangun ruang-ruang kelas hingga tiap jurusan memiliki dua kelas.

Tidak hanya itu saja, di tahun 2005 juga terjadi penambahan tenaga pengajar dengan diadakan formasi PNS untuk guru SMK. Maka ditahun inilah SMK Negeri 2 Kudus memiliki tenaga pelajar sendiri, tidak lagi menggunakan tenaga pengajar dari SMP 2 Dawe. Setidaknya terdapat 15 guru yang diterima sebagai pengajar di SMK Negeri 2 Kudus. Saat ini jumlah guru dan tenaga kependidikan di SMK Negeri 2 Kudus mencapai 92 orang. Selain tenaga kependidikan, sarana dan prasarana juga berkembang sangat baik. Pengembangan dan pembangunan di SMK Negeri 2 Kudus belum berakhir hingga detik ini. Seperti yang terlihat pada gedung sebelah timur, rencananya akan dibuat lantai dua. Hingga saat ini jumlah gedung SMK Negeri 2 Kudus sebanyak 12 gedung yang terdiri dari 33 ruang kelas, ruang Kepala Sekolah, ruang Wakasek, kantor TU, kantor guru Normada, dan 2 ruangan lab. KKPI. Pada Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan memiliki 3 ruang bengkel otomotif, bengkel las, lab. kelistrikan otomotif serta 1 ruang untuk Kantor Guru Produktif TKR. Pada Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video sendiri mempunyai 3 bengkel elektro beserta kantor guru produktif TAV. Sedangkan untuk Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan sendiri mempunyai 2 Lab. TKJ beserta 1 ruang Guru Produktif TKJ. SMK 2 Kudus akan menjadi Sekolah Kejuruan yang unggul dengan melahirkan bibit-bibit unggul yang kompeten dibidangnya dengan didukung dengan tenaga pengajar yang unggul.

Pengembangan maupun pembangunan sekolah masih berlangsung hingga masa kepemimpinan Drs. Harto Sundoyo. Pada tahun pelajaran 2011/2012 SMK Negeri 2 Kudus membuka jurusan baru yang dinamakan TKJ(Teknik Komputer dan Jaringan). Pada awal dibukanya jurusan ini hanya mencakup satu kelas saja. Pada tahun berikutnya, jurusan TKJ bertambah menjadi 2 kelas, dan hingga saat ini menjadi 3 kelas. Tahun pelajaran 2015/2016 direncanakan jurusan TKJ akan ditambah lagi menjadi 4 kelas. Jadi sekarang ini SMK Negeri 2 Kudus memiliki 3 jurusan yaitu Teknik Kendaraan Ringan(TKR), Teknik Audio Video(TAV), dan Teknik Komputer dan Jaringan(TKJ). Ketiga jurusan ini sudah dilengkapi dengan laboratorium praktik yang memadai dan peralatan praktik yang dapat digunakan siswa masing-masing jurusan.

Beberapa warga sekolah yang ditemui tim redaks berpendapat tentang Skada pada masa dulu dan masa sekarang. Dra. Tituk Mawantusih selaku wakil Kepala SMK Negeri 2 Kudus tumbuh dan berkembang dengan pesat. Sedangkan penjaga sekolah yang biasa disapa dengan sebutan Mbah Parno berpendapat bahwa SMK Negeri 2Kudus semakin  indah, lapangan bertambah bagus, membersihkannya jadih mudah dan pastinya jadi lebih maju lagi.

Nah setelah kita tahu sejarah awal berdirinya SMK tercinta ini, sekarang kita perlu tahu juga tentang makna filosofi dari lambing atau logo sekolah kita. Logo sekolah kita dibuat oleh Drs. Sedyo Budi Waluyo yaitu seorang guru produktif Teknik Kendaraan Ringan. Mau tahu makna filosofi logo SMK Negeri 2 Kudus ??? ini dia filosofi dari lambing tersebut, simak baik-baik yahh !!! ada 7 hal yang harus dimaknai yaitu yang pertama gambar logo Berbentuk Segi 5 memiliki makna sebagai perlambang pendidikan di SMK 2 Kudus berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila. Kemudian yang ke dua adalah gambar Background Dengan Warna Biru yaitu melambangkan kebijakan dan kedamaian. Gambar ke tiga adalah gambar Bintang Besar di Atas melambangkan ketakwaan kepada Tuhan YME, sedangkan yang ke empat Warna Kuning Dalam Bulatan itu artinya melambangkan kebulatan tekad dan semangat dalam meraih cta-cita. Berikutnya yang ke lima adalah Gambar Roda Gigi bermakna melambangkan eksistensi kompetensi keahlian Teknik Kendaraaan Ringan dan yang ke enam merupakan Gambar Speaker melambangkan eksistensi kompetensi keahlian Teknik Audio Video. Dan yang terakhir merupakan Gambar Kilat yaitu melambangkan seangat yang terus menyala untuk maju meraih asa.