Komunitas Pecinta Alam “Scalla Community” Laksanakan Penerimaan Anggota Baru

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (18/11) Komunitas Pecinta Alam SMKN 2 Kudus “Scalla Community” melaksanakan Penerimaan Anggota Baru (PAB) yang diikuti lebih dari 50 peserta dari kelas X TAV,TKR,TKJ. Penerimaan Anggota Baru ini dilaksanakan pada tanggal 18 s/d 19 November 2017 yang dimulai dari pukul 15.00 – selesai. Tujuan diadakannya PAB Pecinta Alam Scalla Community yaitu untuk memberi pengetahuan lebih tentang lingkungan alam, serta mengajarkan untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan alam.

Kegiatan ini diawali dengan kegiatan apel pembukaan yang diikuti seluruh peserta PAB. Setelah itu dilanjutkan dengan ishoma, sekitar pukul 19.00 dilanjutkan dengan materi, materi disampaikan oleh Drs. Kusmadi, materi yang disampaikan mengenai pengetahuan tentang lingkungan sekitar, serta berbagai pengetahuan pengetahuan lainnya tentang lingkungan serta tata cara menjaga lingkungan agar tetap lestari. Kemudian dilanjutkan dengan acara api unggun dan juga diisi oleh WaKa kesiswaan Sutiyono, S.Pd yang memberikan pengarahan kepada para peserta PAB Pecinta Alam Scalla Community untuk melaksanakan kegiatan pecinta alam dengan baik dan benar sesuai aturan. Setelah Sutiyono, S.Pd memberikan pengarahan, beliau memberi kesempatan para peserta untuk bertanya.

“Bagaimana kalau mengadakan ASL (Aksi Sadar Lingkungan) di luar sekolah pak?” Tanya salah satu peserta.

“Tepatnya dimana? Di universitas atau dimana? Apabila melaksanakan harus ada izin, tujuan, dan tidak menggunakan jam efektif, sebaiknya di akhir pekan/minggu. Kalau jam efektif akan mengganggu pelajaran.” Jawab Sutiyono,S.Pd.

Disamping itu Sutiyono, S.Pd juga mengingatkan kepada para peserta untuk aktif/berinovasi dengan kegiatan baru, sekolah pasti akan mendukung semua kegiatan, dan juga saling bekerja sama, mencintai alam, dan memelihara lingkungan.

Sutiyono, S.Pd menyatakan disela-sela kegiatan api unggun bahwa kegiatan pecinta alam adalah kegiatan yang menumbuhkan karakter selain ekstra pramuka.

Usai kegiatan api unggun malam harinya sekitar pukul 01.00 diadakan kegiatan caraka, caraka merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan untuk membentuk mental pemberani peserta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan sekitar SMKN 2 Kudus, dengan berjalan mengelilingi lingkungan di malam hari. Paginya kegiatan PAB dilajutkan dengan kegiatan senam pagi, outbond dan puncak kegiatannya adalah pelantikan anggota baru.

Kegiatan PAB PA berakhir pada Minggu(19/11) pukul 11.00 yang ditutup oleh salah satu Pembina Pecinta Alam Syafiq, SE. YL/Red

SMK N 2 Kudus: Kodim Gembleng Pelajar Mengenai Nasionalisme

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (14/11) Kodim 0722 akan mengoptimalkan komunikasi kepada semua kalangan, khususnya generasi muda. Kodim akan menyemangati mereka supaya bisa berkontribusi kepada negeri ini melalui berbagai keterampilan. Selain itu, menumbuhkan nilai-nilai kejuangan dan wawasan kebangsaan dalam upaya mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu terungkap saat upacara bendera yang digelar di SMKN 2 Kudus di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Senin (13/11). Saat itu, Danramil Dawe Kapten Inf Subekhi menjadi inspektur upacara sekaligus menyampaikan sejumlah hal di hadapan ribuan pelajar.

“Upacara bendera sebagai bentuk dan perwujudan dari cinta Tanah Air.” Kata Danramil.

Pada kesempatan tersebut pihaknya mengajak siswa untuk tetap menjaga NKRI dengan menjalankan peran sebagai sebaik-baiknya pelajar. Kontribusi positif tersebut diyakini akan banyak mewarnai perjalanan dan sejarah bangsa dengan hal-hal yang positif.

Pelajar juga diingatkan supaya menhindari aktifitas negatif seperti mengonsumsi narkoba dansejenisnya. Diingatkan pula untuk senantiasa hormat kepada orang tua. Secara terpisah, Dandim 0722 Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo kepada wartawan mengatakan, institusinya akan mengoptimalkan berbagai model pendekatan kepada masyarakat.

Hal itu untuk mendeteksi dan menangkal berbagai paham radikal. Ia juga akan mengoptimalkan peran bintara pembina desa (babinsa) untuk menjalin komunikasi denagn warga supaya dapat merealisasikan tujuan itu.

“Salah satunya dengan mendekatkan diri dengan pelajar yang merupakan generasi muda bangsa.”

Dia meyakini salah satu pertahanan dalam menangkal berbagai masalah bangsa, yakni dengan membangun generasi mudanya. Melalui pendekatan yang baik . semua pihak termasuk pelajar akan memberikan kontribusi positif untuk negeri ini.

“Kami akan selalu menyemangati mereka untuk mewarnai negeri ini dengan hal-hal yang bermanfaat.” Tutup Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo.

Ambalan Abiyoso SMK N 2 Kudus Gondol Juara 2 Dalam Lomba LCTP

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (12/11) Lomba Cerdas Tangkas Pramuka atau lebih di kenal dengan singkatan LCTP sudah menjadi Program Kerja (Prokja) Dewan Kerja Cabang (DKC) yang diadakan setiap tahunnya. guna menggali potensi-potensi anak pramuka se-Kabupaten Kudus dalam bidang pengetahuan serta mempererat tali silaturahmi antar Ambalan yang berada di seluruh kabupaten Kudus.

Kegiatan ini diawali dengan persiapan yang dilakukan 5 hari sebelum hari H, tepatnya pada hari Senin (6/11) semua kontingen ranting Dawe berkumpul di SD 1 Lau untuk mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) persiapan lomba, dalam Latgab ini materi yang disampaikan lebih menjurus ke tehnik kepramukaan antara lain Simaphore, Morse, dan Pionering. Tak hanya satu kali pertemuan untuk mematangkan kegiatan Latihan Gabungan peserta kwaran Dawe dikumpulkan lagi pada hari rabu (8/11) dalam pertemuan yang ke dua materi yang disampaikan terfokus di teori kepramukaan dan pembuatan Peta Pita dan Peta Panorama dalam kegitan latgab peserta di dampingi oleh kak Farida selaku pembantu pembina Ambalan Abiyoso Ambalan Ratu Shima SMKN 2 Kudus.

Seleksi pertama hari sabtu (11/11) Ambalan Abiyoso mengirim 1 tim yang berjumlah 3 orang yaitu Selamet Noor Arifin kelas 11 TAV 4, M. Taufiqqurrohman kelas 11 TKR 1, dan Rizky Bayu Kurniawan kelas 11 TKR 4 sedangkan Ratu Shima Attya Nuril Hidayah kelas 11 TKJ 4, Rina Zuliana kelas 11 TKJ 1, dan Yulia Putri Anggraeni kelas 10 TKJ 3 sebagai perwakilan.

Jumlah seluruh Ambalan yang berpartisipasi sebanyak 32 Ambalan. Peserta berebutan untuk merain score tertinggi di masing-masing kawedanan. SMKN 2 Kudus masuk di kawedanan Tenggeles. Seleksi pertama dikhususkan untuk Tekpram yakni Pionering, Peta Pita, Peta Panorama, Semaphore, dan Sandi Morse. Awalnya tim Abiyoso mengalami kesulitan di pionering karena kurangnya waktu untuk persiapan, namun di lomba selanjutnya yakni Peta Pita mereka lolos. Dengan kerja keras serta kekompakan antar anggota tim, akhirnya Ambalan Abiyoso berada di peringkat 1 se kawedanan Tenggeles dengan perolehan poin 250.

Selanjutnya babak final yang dilaksanakan pada hari Minggu (12/11) dalam babak final Ambalan Abiyoso melawan Ambalan Hasyim Asyari dari MA NU Hasyim Asyari 2 Kudus perwakilan dari Kawedanan Cendono dan Ambalan Dr. Sutomo dari SMKN 3 Kudus Kawedanan Kota. Di babak final peserta lebih di fokuskan pada teori Kepramukaan, kebudayaan di Kudus, Tarian dan Lagu-lagu wajib Indonesia, serta Pengetahuan Umum.

Babak final dimulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Di babak final ini dibagi menjadi 3 regu. Regu A, regu B, regu C, Ambalan Abiyoso mendapat bagian di Regu C. Pertanyaan yang diujikan di babak final ada 3 bagian yaitu pertanyaan wajib yang harus dijawab oleh masing-masing ambalan, pertanyaan lemparan hampir sama dengan pertanyaan wajib setiap ambalan mendapatkan pertanyaan masing-masing tetapi bila tidak bisa akan dilempar ke urutan regu berikutnya dan bila urutan regu yang dilempari pertanyaan masih tetap tidak bisa sampai regu terakhir maka pertanyaan akan hangus. Terakhir bagian rebutan, dalam bagian ini ada 10 pertanyaan yang harus dijawab dengan cara mengangkat bendera, yang pertama kali mengangkat benderalah yang berhak menjawab.

Pertanyaan wajib dan pertanyaan lemparan mendapatkan 100 poin jika jawaban benar, dan jika jawaban salah makan poin akan di kurangi 0, sedangkan pertanyaan rebutan jika benar mendapatkan 150 point sedangkan jika salah akan mendapatkan pengurangan nilai sebanyak 75 poin.

Di babak pertama pada pertanyaan wajib ambalan Abiyoso mendapatkan score 200, babak lemparan mendapatkan score 500 dan di babak rebutan tidak mendapatkan poin maupun pengurangan poin. Alhasil ambalan Abiyoso mendapatkan juara 2 dengan total score 700 poin. Sedangkan juara 3 Ambalan Hasyim Asyari dari MA NU Hasyim Asyari 2 Kudus dengan total score 625 poin dan juara 1 diraih oleh Ambalan Dr. Sutomo dari SMKN 3 Kudus dengan total score 1350 poin.

“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan juara 2 dan memberikan oleh-oleh piala kepada smk, awalnya sempat minder karena kami menyadari lawan kami berat-berat dan kami hanya bisa optimis dengan apa yang kami punya, kerja sama dan kekompakanlah yang membawa kami menjadi juara 2”. Ucap Rizky Bayu peserta LCTP dari Ambalan Abiyoso. NYL/Red

Peringati Hari Pahlawan, SMK N 2 Kudus Laksanakan Upacara Bendera

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (10/11) Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Hari Pahlawan ke-72 dengan mengangkat tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”, segenap keluarga besar SMK Negeri 2 Kudus melaksanakan upacara bendera yang berlangsung pada hari Jumat (10/11). Dilaksanakan di lapangan utama SMK Negeri 2 Kudus yang dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 07.45 WIB.

Pembina upacara dari peringatan hari Pahlawan yang ke-72 ini adalah Drs. Muh. Mas’ud. Beliau menyampaikan pidato dari Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa. Dalam pidato tersebut beliau menuturkan bahwa hari pahlawan yang kita peringati saat ini didasarkan pada peristiwa pertempuran hebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa “Pertempuran 10 November 1945” di Surabaya. Sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional , betapa segenap rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Saat ini harapan akan masa depan yang lebih baik telah ditambatkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Bapak H.M Jusuf Kalla melalui sebuah visi Transformatif yang mengarahkan dan menghimpun gerak seluruh elemen Republik Indonesia yakni “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat , mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Apabila kita mampu bersatu sebagai satu bangsa maka kita dapat maju bersama-sama dan mendistribusikan berkah kemerdekaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. LS/Red

LSP-P1 SMKN 2 Kudus Siap Laksanakan Sertifikasi Kompetensi

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (9/11) Program revitalisasi SMK yang dicanangkan Presiden Jokowi juga ditindaklanjuti oleh SMKN 2 Kudus. SMK sebaga sekolah vokasi bertanggung jawab untuk meningkatakan kompetensi sesuai kompetensi keahlian yang dibidanginya.

Diungkapkan Kepala SMKN 2 Kudus Drs. Harto Sundoyo, M.Pd kompetensi ini ditujukan dengan sertifikat pengakuan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP-P1 merupakan lembaga yang dapat melakukan uji kompetensi kepada siswa SMK dan masyarakat yang membutuhkan.

“Manfaatnya, kami bisa menyelenggarakan uji kompetensi ke siswa. Sehingga, nanti ketika lulus, siswa tersebut memiliki kompetensi yang telah diakui oleh BNSP,” jelasnya.

Diakui, SMKN 2 Kudus merupakan salah satu dari SMK terpilih di Indonesia yang diberi kewenangan oleh BNSP yang berkedudukan di Jakarta, SMK yang beralamat di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, ini diberikan kewenangan untuk melaksanakaan uji kompetensi sesuai dengan bidang keahlian.

“Prosesnya cukup panjang. Mulai menyiapkan tim asesor kompeten dari SMKN 2 Kudus, sarana prasana, manajemen sekolah, dan persiapan-persiapan lainnya,” tambah Ketua LSP-P1 SMKN 2 Kudus Budi Susanto,M.Pd kemarin.

Di samping itu, proses seleksinya juga cukup panjang BNSP melakukan fulasesment kelayakan operasiaonal LSP-P1 di SMKN 2 Kudus pada 21-25 Mei 2017. Dan penerbitan surat lisensi operasional LSP-P1 pada 28 Juli 2017. Hingga akhirnya pada Oktober 2017 ini, sertifikasi LSP-P1 diumumkan ke seluruh pelajar SMKN 2 Kudus pada Sabtu (28/2017) dalam rangka perayaan HUT ke-13 SMKN 2 Kudus.

Pengumuman itu disambut antusias para siswa dan pengajar di sana. Pasalnya, diraihnya sertifikat LSP-P1 ini adalah bukti kinerja dan tanggung jawab sekolah untuk memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat.

“Ini juga memberikan wujud nyata penigkatan pelayanan prima kepada seluruh siswa dalam rangka menyiapkan diri memasuki dunia kerja. Siswa akan diuji di sekolah sendiri dengan asesor kompetensi yang tersetifikasi,” lanjut Drs. Harto Sundoyo, M.Pd.

Sehingga, siswa tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan sertifikasi pengakuan atas kompetensi yang dikuasai. Pasalnya, setiap peserta uji kompetensi ini akan menjalani serangkaian skema yang sudah sesuai standar BNSP.

Skemanya adalah skema sertifikasi kompetensi inspektor power amplifier electric check, skema sertifikasi engine tune up konvensional, skema sertifikasi engine tune up sistem injeksi, skema sertifikasi pemeliharaan atau servis chasiss, dan skema sertifikasi pemeliharaan sistem elektrikal kendaraan ringan.

Sementara itu, perayaan Ultah ke-13 SMKN 2 Kudus telah mencapai puncaknya pada 28 Oktober lalu. Bersamaan dengan peringtan hari Sumpah Pemuda tahun ini, pihak sekolah juga melaunching gerbang sekolah yang bersimbolkan tumpukan buku. Pihak sekolah juga memeriahkannya dengan bakat dan seni para siswanya dari seluruh ekstrakurikuler yang ada.