Tiga SMP Negeri di Kecamatan Dawe Laksanakan Simulasi Ujian Nasional di Laboratorium SMK N 2 Kudus

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus,Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (14/02) SMKN 2 Kudus ikut berpartisipasi atau Resource Sharing dalam Simulasi UNBK SMP 2018 (14/02). Resources sharing di sini dimaksudkan berbagi fasilitas antara sekolah yang memiliki sarana komputer yang layak untuk pelaksanaan UNBK kepada sekolah yang belum memiliki sarana komputer yang layak. Metode resource sharing dapat dilakukan karena jadwal pelaksanaan ujian antara SMP dan SMK/SMA berbeda.

Sebanyak 382 siswa dari tiga sekolah yang melaksanakan Simulasi UNBK di SMKN 2 Kudus adalah SMP 1 Dawe dengan jumlah 139 siswa, SMP 2 Dawe dengan jumlah kurang lebih 204 siswa, dan SMP 3 Dawe dengan jumlah 39 siswa.

“Harapan kami, sekolah-sekolah SMP penggabung disekolahan kami bisa betul-betul mengikuti ujian nasional secara maksimal”. Ujar Adi Sasongko, S.Pd selaku WaKa Kurikulum SMK N 2 Kudus.

Selain itu Muh. Fatah Alghoni, S.Kom mengatakan bahwa dengan adanya simulasi kami berharap adik-adik baik dari SMP N 1 Dawe, SMP N 2 Dawe, dan SMP N 3 Dawe terbiasa dengan ujian yang bakal dilakoni April mendatang khususnya ujian nasional adalah berbasis komputer. YL/Red

Ambalan Abiyoso Ratu Shima Ikuti Lomba Ambalan Tergiat

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah, Ekstra Kurikuler

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (06/02) Ambalan Abiyoso Ratu Shima SMKN 2 Kudus ikuti LAT atau Lomba Ambalan Tergiat. Kegiatan LAT ini dilaksanakam tanggal (05/02). LAT diikuti oleh seluruh ambalan-ambalan di kabupaten Kudus.

LAT dilaksanakan satu tahun sekali oleh Kwarcab. Kegiatan LAT merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwarcab untuk mengetahui atau menilai tata administrasi ambalan, seperti keluar masuk surat, proja – proja ambalan, dan juga tata kerja DA atau Dewan Ambalan.

Penilaian tersebut dinilai langsung oleh tim supervisor DKC Kwarcab, yaitu kak Ilham dan Kak Winda.

“LAT ini dilaksanakan untuk mengetahui ambalan yang tata administrasinya bagus dan untuk pembelajaran, masalah kalah dan menang itu jangan jadikan patokan, banyak yang telah memenangkan Lomba tetapi malah terlena,” ujar kak Winda.

Kegiatan LAT ini diharapkan menjadi salah satu proja tahunan Kwarcab. YL/Red

Ciptakan Rasa Peduli Antar Sesama, PMR Wira SMK N 2 Kudus Adakan Donor Darah

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (06/2) “Darah kita bermanfaat bagi hidup mereka”, tema yang diangkat dalam pelaksanaan doroh darah di SMK Negeri 2 Kudus yang dilaksanakan di loby SMK Negeri 2 Kudus pada hari Selasa (06/02) pada pukul 09.30 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Kegiatan donor darah diikuti oleh 64 orang baik dari guru, staf Tata Usaha, maupun siswa dari kelas XI dan XII, yang berhasil memenuhi syarat yaitu sebanyak 38 orang dan sisanya, 24 orang tidak dapat melakukan pendonoran karena belum bias memenuhi syarat. Sebelum pelaksanaan donor darah, tentunya para pendonor diperiksa apakah telah memenuhi syarat untuk melakukan pendonoran ataukah belum. Persyaratan yang ditetapkan antara lain adalah usia minimal 17 tahun, berat badan minimal 45 kg, tensi darah minimal 110, denyut nadi teratur yaitu 50-100 kali/menit, dan lain sebagainya.

Kegiatan donor darah ini adalah salah satu program kerja dari ekstrakurikuler PMR (Palang Merah Remaja) yang diadakan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni setiap semester dilakukan 1 kali kegiatan donor darah. Dalam pelaksanaan kegiatan donor darah, ekstrakurikuler PMR (Palang Merah Remaja) bekerja sama dengan pihak PMI cabang kudus.

M Nor Thoat, Alumni SMK N 2 Kudus Raih The Best Technician Contest Mitsubishi Motor tingkat Nasional

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (06/2) Adalah Muhammad Nor Thoat almumni SMK Negeri 2 Kudus tahun 2012 jurusan TKR yang akhir-akhir ini menjadi sosok yang hangat diperbincangkan baik didalam sekolah maupun di Mitsubishi Motor.

Alumni yang bekerja di PT. Sun Motor Kudus sejak Agustus 2012 ini menyabet juara 1 untuk katagori Best Technician Contest Mitsubishi Motor tingkat Nasional yang dilaksanakan di PT. MMKSI Jakarta.

Lomba Technician Contest tersebut dilaksanakan pada bulan Mei 2017 bertempat di Yogyakarta untuk tahap pertama, dan untuk tahap kedua di Kebumen selanjutnya di PT. MMKSI Jakarta untuk tahap ketiga.

“Alhamdulillah tiap tahap bisa lolos, karena yang diambil satu orang mewakili masing-masing region dan saya mewakili region 2 yang melipti wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Bali”. Ujar Thoat.

Tambahnya, “Semoga hasil ini bisa membuat motifasi belajar buat teman-teman yang lain khususnya adik-adik SMK N 2 Kudus”.

“Tahap Final The Best Technician Contest Mitsubishi Motor tingkat Nasional alhamdulillah dapat juara I dan alhamdulillah piala tetap I dan piala bergilir I, nantinya piala tersebut akan saya kasihkan ke dealer PT. Sun Star Motor Kudus karena  berkat dukungan moral dan material (lahir dan batin:Red) serta doa dari teman-teman dan pimpinan saya bisa seperti ini”. Tutup Thoat. EI/Red

Rika Yaitul Islami, Selera Novel Tetap Terjaga

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (2/2) Awal tak menyenangkan dirasakan oleh Rika Yaitul Islami saat berkecimpung di bidang seni tari. Dia merasa kurang sreg. Tapi dia menurutmu kemauan orang tuanya. Lama-lama jadi menarik perhatiannya.

Mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dadar (PGSD) menerangkan, sebenarnya tari bukan hobinya. Perempuan yang akrab dipanggil Rika ini lebih suka membaca buku sastra. Demi menuruti orang tua, dia ikut sanggar tari.

“Saya sempat malas pergi latihan, tapi disanggar tersebut melihat ada orang-orang yang usianya jauh lebih Tua semangat belajar tari. Dari itulah hati saya terketuk mulai serius belajar tari,” terangnya kemarin.

Setelah berjalan satu bulan dia merasa nyaman. Bahkan, warga RT 5 RW 6, Desain Rejosari, Kecamatan Dawe ini bergabung dengan kesenian wayang orang.

Menurutnya, sebagai mahasiswi ikut nguri-uri budaya yang hampir punah. Diapun rela menempuh jarak kiloan meter untuk latihan wayang orang.

“Saya kalau latihan di Balai Desa Karangbener, Kecamatan Bae. Jadi orang tua saya makin semangat, rela mengantar dan nanti menjemput usai latihan. Karena malam hari tidak diizinkan naik kendaraan sendiri,” ungkapnya.

Dia merasa beruntung Masuk sanggar tari. Mengingat di PGSD bisa tari. “Tapi cita-cita saya tidak jadi penari, melainkan penulis novel/guru. Ini hanya untuk menambah skill saya. Tapi serius saya tekuni. Ini amanat orang tua karena ingin anaknya pintar tari. Padahal tidak ada darah seni sama sekali,” terangnya.

Meski menekuni tari menghilangkan selera membaca buku-buku sastra. Dia tetap menulis meski cerita pendek. Dia menganggap ide atau curahan Hari bisa dituangkan dalam tulisan.

“Untuk konsumsi sendiri, belum percaya diri untuk mengirimkan cerpen ke media. Tapi suatu saat saya akan mencoba publikasikan. Keinginan saya jadi penulis novel saat ini kuat. Jadi perlu saya asah terus,” terangnya.

Source: Radar Kudus