SMK N 2 Kudus Gelar Workshop Pengenalan dan Pemahaman Teaching Factory

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (28/7) SMK N 2 Kudus menggelar workshop mengenai pengenalan dan pemahaman tentang Teaching Factory. Acara pelaksanaan workshop pengenalan Teaching Factory dihadiri oleh seluruh Guru SMK N 2 Kudus, komite dan perwakilan SMK yang sudah menerapkan Teaching Factory. Kegiatan workshop Teaching Factory dimulai pukul 10.00 WIB, Sabtu (28/7).

Workshop Teaching Factory di SMK N 2 Kudus dihadiri juga oleh beberapa pemateri diantaranya Kepala SMK N 2 Kudus, Kepala SMKN 2 Adiwerna Tegal, BPMK II Provinsi Jawa Tengah, Tim Pengembang TEFA SMK N 2 Kudus. Acara workshop Teaching Factory dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang di pimpin oleh Ima Yulia Arfianti, S.Pd dan di ikuti oleh seluruh peserta workshop. Acara workshop di lanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Drs. H. Adib.

Usai pembacaan doa dilanjutkan dengan sambutan pertama sekaligus pemateri dari SMK N 2 Kudus yang di sampaikan oleh Drs. Harto Sundoyo, M.Pd. Beliau mengucapkan rasa terimakasih dan semangat kepada semua guru yang telah hadir di SMK N 2 Kudus untuk mengikuti kegiatan workshop pengenalan dan pemahaman Teaching Factory. Beliau juga memohon maaf kepada seluruh peserta workshop dikarenakan menyita waktu libur mereka bersama keluarga.

Sambutan kedua di sampaikan oleh Kasi SMK Provinsi Jawa Tengah Agus Sumanto, S.Pd.,M.Pd yang sekaligus membuka kegiatan sosialisasi worksop.

“Teaching Factory sama dengan life skill dan produksi “, tutur beliau di sela materi yang disampaikan. Menurut beliau ada tiga tujuan Teaching Factory. Tujuan tersebut adalah membentuk siswa dan guru berjiwa wirausaha, membentuk sikap percaya diri guru dan siswa, dan menjalin hubungan baik dengan dunia usaha.

Beliau menambahkan bahwa menurutnya faktor penentu keberhasilan Indonesia sebagai negara maju tak hanya SDA, namun juga IPTEK, Networking, dan juga yang tak kalah pentingnya adalah Inovasi yang bisa menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Usai kegiatan yang dibuka oleh Kasi SMK Provinsi Jawa Tengah dilanjutkan dengan materi yang diisi oleh Kepala SMK N 2 Adiwerna Tegal.

Beliau menjelaskan bahwa seorang lulusan SMK sebenarnya bukan BMW tapi seharusnya BWM, B (bekeja), W (wirausaha), M (melanjutkan).

Tambahnya, seorang lulusan SMK harus menjadi wirausaha bukan malah bangga melanjutkan kuliah, karena pada dasarnya SMK adalah pencetak para usahawan. Tutup Hartono.
FR/Red

Memilih Guru

Posted Leave a commentPosted in Artikel

Si Belerang Merah, Syaikh Muhyiddin Ibn ‘Arabi (1165-1240), dengan tegas menyatakan dalam kitab Hikamnya: “Pastikan dengan baik bahwa engkau mendapatkan ilmu agama itu dari orang yang telah mewarisi nilai-nilai kenabian.”

Apa yang sebenarnya diinginkan oleh sang sufi yang telah menyelami samudra ilmu keilahian itu? Bagi dia yang sezaman dengan Maulana Jalaluddin Rumi itu, belajar agama tidak saja dipahami sebagai transformasi ilmu agama secara an sich dari seorang guru kepada santri-santrinya.

Tapi lebih dari itu juga merupakan transformasi spiritualitas dan keteladanan yang mulia dan bermartabat. Artinya adalah bahwa seorang guru agama dalam konteks roh keislaman tidak boleh hanya menularkan “konsep” atau pelajaran semata. Dia harus menjadi orang pertama yang berikhtiar dengan sungguh-sungguh mengejawantahkan ilmu yang “dijajakannya” itu.

Sebelum memerintahkan wudhu kepada umatnya, junjungan dan tauladan terbaik dan terluhur bagi kita, Nabi Muhammad Saw, telah terlebih dahulu melaksanakan wudhu. Demikian pula dengan shalat dan berbagai perintah agama lainnya. Beliau adalah orang terdepan yang mengimplementasikan ke dalam tindakan nyata dengan “mulus” ajaran-ajaran risalah yang diembannya.

Seorang guru agama dalam Islam ibarat sebuah sendang. Kalau air yang menggenang di dalamnya jernih, maka setiap orang yang menimba di situ akan mendapatkan air yang jernih pula. Tentu saja dengan adanya suatu pengecualian. Yaitu, kalau wadah yang dipakai untuk menimba itu tidak belepotan dengan lumpur atau kotoran lainnya. Tapi kalau kotoran itu cuma sedikit, pastilah air itu tetap kelihatan jernih.

Itulah sebabnya kenapa Ibn ‘Arabi sendiri senantiasa mengembara untuk menjumpai sendang-sendang rohani yang jernih yang sanggup membersihkan debu-debu dan luka, menyegarkan jiwa dan meneguhkan harapan-harapan keilahian yang rimbun di dalam batinnya. Semua itu didapatkan di dalam diri dan teladan mereka yang telah wushul terlebih dahulu kepada Allah Ta’ala. Dan tidak tanggung-tanggung, yang pernah dijumpai oleh beliau untuk mendapatkan ilmu dan barokah itu lebih dari seribu orang.

Karena itu, merupakan hal yang masuk akal kalau kemudian dinyatakan bahwa beliau tidak lain adalah representasi yang sangat tangguh dan mumpuni di bidang spiritualitas dan ilmu keilahian dalam kancah sufisme. Bahkan ada seorang investigator literatur-literatur sufisme yang dengan tegas menyatakan bahwa seluruh karya sufi yang lain sebenarnya secara ontologis tak lebih dari sekedar catatan kaki dari kitab-kitab Ibn ‘Arabi.

Sedangkan sendang yang kotor, keruh dan bau tengik, apakah yang bisa ditimba dari situ selain air yang tidak bermutu dan bahkan sangat berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia? Bahkan binatang pun mungkin tidak sudi.

Dari seorang guru yang tidak pernah berpapasan dengan cakrawala keilmuan dalam Islam, dari seorang guru yang hanya mengenal satu perspektif keagamaan yang kelam di gorong-gorong pemikirannya yang sumpek, dari seorang guru yang bisanya cuma mencaci-maki dan memberikan stempel sesat, kafir, syirik dan bid’ah kepada siapa saja yang tidak sewarna dengan pemahaman dan mazhabnya, apa yang bisa didapatkan selain bangga diri yang kusam dan gemuruh kebencian yang legam?

Sungguh, betapa sangat penting memiliki guru yang sanad keilmuan dan keluhuran budi pekertinya tersambung dengan orang paling luhur di dunia dan akhirat yang bahkan Allah Ta’ala sendiri turun tangan memujinya. Yaitu, Nabi Muhammad Saw.

Oleh: Kuswaidi Syafiie.

Penyair, juga pengasuh PP Maulana Rumi Sewon Bantul Yogyakarta.

Insan Kamil

Posted Leave a commentPosted in Artikel

Judul di atas menunjuk kepada seseorang yang telah dianugrahi kesanggupan untuk menampung sifat-sifat, nama-nama dan perbuatan-perbuatan Allah Ta’ala. Secara fisik, dia tidak lain merupakan makhluk sebagaimana orang lain pada umumnya. Akan tetapi secara ontologis dia adalah pengejawantahan dari kehadiran hadiratNya yang begitu gamblang terbaca pada berbagai tindakan dan perilakunya.

Dialah manusia sempurna yang kepadanya telah dianugrahkan karunia terbesar. Yaitu mendapatkan Allah Ta’ala itu sendiri. Mana ada karunia yang lebih besar di dunia ini dan di akhirat nanti dibandingkan dengan mendapatkan hadiratNya? Tak ada dan tidak akan pernah ada. Sungguh, beruntunglah manusia sempurna itu.

Yang pertama dan paling utama dari manusia sempurna itu tidak lain adalah Nabi Muhammad Saw. Dan setelah beliau adalah orang-orang yang paling mirip secara kualitatif-spiritual dengan beliau dari kalangan para nabi dan wali yang tersebar di dunia ini dari dulu hingga sekarang yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu orang.

Tentang manusia sempurna itu, Allah Ta’ala telah berfirman dalam salah satu hadis qudsiNya, “الإنسان سري وأنا سره/ Dia itu adalah rahasiaKu dan Aku merupakan rahasianya.” Artinya adalah bahwa “alamat” Allah Ta’ala itu tersimpan rapi pada diri insan kamil. Mengamatinya dengan ketajaman mata batin akan menjadikan kita atau siapa saja menemukan sifat-sifat, nama-nama dan perbuatan-perbuatan hadiratNya. Sedang bagi si insan kamil, Allah Ta’ala itu merupakan pelabuhan dari seluruh hidup dan matinya.

Secara spiritual, insan kamil itu merupakan sumbu bagi berlangsungnya kehidupan di seluruh alam raya. Bagaimana mungkin tidak, sedangkan kepadanya diserahkan oleh hadiratNya tidak saja pengetahuan secara detail tentang segala sesuatu yang ada dan terjadi, tapi lebih dari itu dia juga dianugrahi kesanggupan untuk mengaturnya sesuai dengan kehendak Allah Ta’ala. Secara rohani, seluruh partikel alam semesta mengitarinya dengan penuh khidmat.

Ada pertalian yang sangat indah dan kuat antara seorang insan kamil dengan Allah Ta’ala. Dialah perpanjangan tangan hadiratNya dalam mengelola berlangsungnya roda-roda kehidupan. Karena itu dapat dimaklumi dan dipastikan bahwa ilmu pengetahuan yang ada pada diri insan kamil merupakan salinan langsung dari ilmu yang dimiliki oleh Allah Ta’ala. Baik ilmu itu secara global maupun secara terperinci.

Pertalian itu juga sangat indah dan kuat antara pena (al-qalam) dengan roh seorang insan kamil. Dalam konteks kepustakaan sufisme Ibn ‘Arabi, yang disebut pena Ilahi itu tidak lain adalah ilmu pengetahuan yang mendetail tentang segala sesuatu yang ada di alam semesta. Semua ilmu pengetahuan itu tertata dengan rapi di cakrawala roh insan kamil.

Demikian pula antara Lawh Mahfuzh dengan hati seorang insan kamil, pertalian di antara keduanya sangat sublim. Dalam konteks ini, Lawh Mahfuzh itu dipahami sebagai “tempat” pembukuan dan pencatatan segala sesuatu yang berlangsung hingga batas tertentu. Karena itu, tidak satu daun gugur pun yang tidak terdeteksi oleh pengetahuan seorang insan kamil.

Pun, antara istana (al-‘Arsy) Ilahi dengan jasmani seorang insan kamil terdapat pertalian yang kukuh. Sebagaimana juga antara kursi hadiratNya dengan nafsu seorang insan kamil. Konotasi istana Ilahi itu menunjuk kepada persemayaman nama-nama Allah Ta’ala yang dipakai untuk mengatur semesta. Sedang yang disebut dengan kursi Ilahi itu tertuju kepada posisi perintah dan laranganNya.

Begitu sangat indah dan kuat hubungan antara insan kamil itu dengan hadiratNya. Sampai-sampai Nabi Muhammad Saw bersabda: “Barangsiapa melihatku, maka sungguh dia melihat Allah Yang Mahabenar.” Wallahu a’lamu bish-shawab.

Oleh: Kuswaidi Syafiie

SMK Negeri 2 Kudus Hari Ini Laksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (16/7) SMK N 2 Kudus laksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS sebagai awal pengenalan siswa baru. MPLS sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan serta sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah yang diikuti 432 siswa baru tersebut dilaksanakan selama tiga hari mulai hari ini Senin, 16 Juli 2018 hingga Rabu, 18 Juli 2018 nanti.

Kegiatan MPLS pertama dibuka dengan acara apel pembukaan pada pukul 06.30 WIB sampai dengan pukul 08.00 WIB. Pembina apel pembukaan yakni Drs. Harto Sundoyo, M.Pd, selaku kepala SMK Negeri 2 Kudus. Dalam acara apel pembukaan Drs. Harto Sundoyo M.Pd menuturkan bahwa para siswa kelas X yang telah diterima di SMK Negeri 2 Kudus adalah para siswa pilihan. Jumlah siswa yang tidak diterima di SMK Negeri 2 Kudus lebih dari 100% sendiri. Antusias semangat dari para siswa baru kelas X sangatlah kuat dengan dibuktikannya datang lebih awal sebelum pukul 06.30 untuk melaksanakan acara apel pembukaan.

Kegiatan MPLS yang bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah serta memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah dengan pemberian berbagai materi. Antara lain Materi pertama oleh Nur Adi Sasongko, S.Pd yang menerangkan tentang Kurikulum SMK, materi kedua oleh Budi Susanto, S.Pd,.M.Pd menerangkan materi Wawasan Wiyata Mandala, materi ketiga oleh Drs. H. Adib yang menerangkan tentang kegiatan ibadah dan pembinaan mental agama di sekolah.

Materi lainnya juga diberikan antara lain, tata cara belajar yang benar disampaikan oleh Drs. Sedyo Budi Waluyo, Penyampaian tata tertib dan budaya sekolah oleh Bapak Yunior Purba, S.Pd. Materi Literasi dan Pembiasaan membaca bagi siswa oleh Dra. Tituk Mawantusih, Materi Tata Krama dan Budi Pekerti oleh Drs. Kusmadi, Materi Ekstrakulikuler serta ekskul wajib disampaikan oleh Sutiyono, S.Pd. Materi Pancasila dan Kebangsaan disampaikan oleh Didit Yoga S, S.Pd serta pendidikan karakter oleh Drs. Muh Mas’ud.

Kegiatan MPLS dijadualkan setiap harinya diakhiri dengan kegiatan ibadah dan pembinaan mental agama di sekolah oleh Drs. H. Adib dan Bapak H. Muklis, S.Pd. YL-LS/Red

SMK N 2 Kudus Adakan Kegiatan Persiapan Jelang MPLS

Posted Leave a commentPosted in Berita Sekolah

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (13/07) SMK Negeri 2 Kudus adakan kegiatan persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari Jumat (13/07) pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB di ruangan A2.2 dan A2.3.

Persiapan MPLS ini guna mempersiapkan dan memberikan beberapa informasi yang ditujukan kepada para calon siswa kelas X untuk melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari Senin (16/07) sampai hari Jumat (20/07) mendatang.

Beberapa informasi disampaikan langsung oleh Sutiyono, S.Pd, selaku WaKa Kesiswaan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah pembagian kelompok sesuai jurusan. Untuk jurusan TAV diberi nama Nusa, kemudian TKR adalah Bangsa, dan TKJ adalah Bahasa. Selain pembagian kelompok sesuai jurusan, pembagian jadwal MPLS dan peraturan MPLS pun disampaikan.

Kegiatan MPLS akan dilaksanakan selama 5 hari pada hari Senin (16/07) sampai hari Jumat (20/07) nanti. Untuk kegiatan MPLS hari senin (16/07) hingga Rabu (18/07) adalah materi yang akan dilaksanakan di dalam ruangan SMK Negeri 2 Kudus A2.2 dan A2.3 sedangkan padda hari Kamis (19/07) dan Jumat (20/08) MPLS dilaksanakan di Lapangan, materinya mengenai seputar PBB (Pasukan Baris Berbaris).

Tak hanya itu, akan terdapat sosialisasi Safety Ridding tentang bagaimana perilaku berkendara yang nyaman dan aman serta baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain. LS/Red